teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui
Bersifatnonfiktif Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis. 2. Bersumber dari sejarah Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar
Danteks cerita sejarah yang akan dijelaskan yakni sebuah teks cerita sejarah yang didalamnya memuat pengertian atau definisi teks cerita sejarah, struktur teks, kaidah kebahasaan serta contoh teks cerita sejarah. Semoga pembahasan ini dapat membantu dan anda jadikan referensi dalam mengerjakan tugas bahasa indonesia dan sebagainya.
Padaumumnya teks cerita sejarah menceritakan tentang: asal-usul, peristiwa yang membawa perubahan di masa depan, latar belakang dari suatu peristiwa, perkembangan dari suatu hal. Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah. Biasanya teks cerita sejarah dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau
10 Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat Beserta Strukturnya. Juli 24, 2022. Contoh Teks Cerita Sejarah - Penggambaran sejarah bisa dilakukan dengan banyak hal, salah satunya adalah dengan menggunakan literatur. Literatur sendiri memiliki makna sebagai tulisan, entah itu di buku atau tertulis secara daring di internet.
1 Bersifat nonfiktif Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis. 2. Bersumber dari sejarah Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar
Annonce Accrocheuse Pour Site De Rencontre. Sekarang, mari kita mengenal struktur teks cerita sejarah. Struktur teks sejarah diantaranya sebagai alur dalam teks cerita sejarah➢Orientasi pengenalan➢Rangkaian Peristiwa➢Reorientasi PengulanganTeks cerita sejarah diawali dengan pengenalan cerita yang terjadi di masa lampau kemudian diceritakan urutan peristiwa yang terjadi secara berurutan. Perhatikan contoh teks cerita sejarah berikut Tua dalam IngatanSebagai pusat kota, pusat perdagangan, sekaligus permukiman penting di Asia sejak abad ke -16, Kota Tua adalah situs yang harus dijaga. Kota ini hanya seluas 15 H tapi arti sejarahnya sangatlah besar bagi tahun 1526, penyerangan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah yang dikirim Kesultanan Demak menyebabkan penamaan Jayakarta pada kota yang memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa ini. Tahun 1619, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mengubahnamanya menjadi Batavia. Nama itu diambil sebagai penghormatan kepada leluhur bangsa Belanda, Batavieren. Oleh Belanda, kota ini dilengkapi benteng kasteel Batavia, dinding kota, dan kanal. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa yang diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan kanal. Pembangunan Batavia selesai pada tahun 1650 yang kemudian dijadikan kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kota ini menjadi pusat administratif Hindia Timur 1942, Batavia, setelah mengalami perluasan wilayah, berganti nama menjadi Jakarta lalu menjadi ibu kota Indonesia. Namun, 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Kita Analisis!Teks cerita di atas termasuk teks cerita sejarah karena bersumber pada peristiwa sebenarnya di masa lalu. Teks cerita sejarah di atas memiliki tokoh, alur dan latar sebagai Fatahillah, Jan Pieterszoon Coen, dan Orientasi Paragraf 1 terdapat pengenalan Kota Tua yang akan diungkap sejarahnya pada bagian rangkaian Rangkaian peristiwa Paragraf 2 dan 3 mengungkapkan kumpulan peristiwa yang melatarbelakangi sejarah yang diungkapkan dalam bagian orientasi.
0% found this document useful 0 votes1K views6 pagesDescriptionmateri teks sejarahOriginal TitleCERITA SEJARAHCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views6 pagesCerita SejarahOriginal TitleCERITA SEJARAHJump to Page You are on page 1of 6 STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH Tujuan Pembelajaran Siswa mampu memahami struktur teks cerita sejarah baik lisan maupun tulisan. Apakah kalian sering membaca teks cerita sejarah? Apa fungsi kita mempelajari teks cerita sejarah? Teks cerita sejarah apa saja yang sering kalian baca? Lalu bagaimana struktur teks cerita sejarah? Sering kali kita mendengar cerita sejarah dari nenek moyang kita terdahulu bukan? sejarah tetang masa-masa penjajahan Belanda-Jepang, sejarah masa kerajaan Hindu-Budha, kerajaan Islam bahkan sampai sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. Nah, sejarah itu apa sih? Sejarah adalah cerita yang terjadi di masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran dan dikenang di masa sekarang. Sejarah ada untuk dipelajari agar dapat dipetik hikmahnya. Mempelajari teks cerita sejarah sangat penting apalagi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Saat ini, hal yang dipelajari bukan sekadar pengetahuan bahasa saja, melainkan sebagai teks yang bertujuan untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya dalam konteks kehidupan akademis, sosial, dan budaya. Sekarang, mari kita mengenal struktur teks cerita sejarah. Struktur teks sejarah diantaranya sebagai berikut. Struktur alur dalam teks cerita sejarah ➢ Orientasi pengenalan ➢ Rangkaian Peristiwa ➢ Reorientasi Pengulangan Teks cerita sejarah diawali dengan pengenalan cerita yang terjadi di masa lampau kemudian diceritakan urutan peristiwa yang terjadi secara berurutan. Perhatikan contoh teks cerita sejarah berikut ini. Kota Tua dalam Ingatan sebagai pusat kota, pusat perdagangan, sekaligus permukiman penting di Asia sejak abad ke -16, Kota Tua adalah situs yang harus dijaga. Kota ini hanya seluas 15 H tapi arti sejarahnya sangatlah besar bagi Indonesia. Dimulai tahun 1526, penyerangan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah yang dikirim Kesultanan Demak menyebabkan penamaan Jayakarta pada kota yang memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa ini. Tahun 1619, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia. Nama itu diambil sebagai penghormatan kepada leluhur bangsa Belanda, Batavieren. Oleh Belanda, kota ini dilengkapi benteng kasteel Batavia, dinding kota, dan kanal. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa yang diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan kanal. Pembangunan Batavia selesai pada tahun 1650 yang kemudian dijadikan kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kota ini menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, Batavia, setelah mengalami perluasan wilayah, berganti nama menjadi Jakarta lalu menjadi ibu kota Indonesia. Namun, 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua. Mari Kita Analisis! Teks cerita di atas termasuk teks cerita sejarah karena bersumber pada peristiwa sebenarnya di masa lalu. Teks cerita sejarah di atas memiliki tokoh, alur dan latar sebagai berikut. Tokoh Fatahillah, Jan Pieterszoon Coen, dan VOC. Alur 1. Orientasi Paragraf 1 terdapat pengenalan Kota Tua yang akan diungkap sejarahnya pada bagian rangkaian peristiwa. 2. Rangkaian peristiwa Paragraf 2 dan 3 mengungkapkan kumpulan peristiwa yang melatarbelakangi sejarah yang diungkapkan dalam bagian orientasi. 3. Reorientasi Pada akhir paragraf 3 disebutkan pengulangan bahwa 15 H yang menjadi awal terbentuknya kota Jakarta, kita kenang sebagai Kota Tua. Poin Penting • Teks cerita sejarah adalah salah satu jenis teks yang menceritakan kisah masa lam pau yang benar-benar terjadi. • Teks cerita sejarah memiliki unsur tokoh, alur, dan latar. • Struktur teks cerita sejarah adalah orientasi, peristiwa dan reorientasi. • Teks sejarah berfungsi untuk mengenal lebih dalam tentang asal -usul sesuatu tempat, kejadian. Peristiwa sejak zaman dulu hingga sekarang. SOAL LATIHAN 1. Bangsa Jepang datang ke Indonesia dengan misi ingin mengalahkan sekutu dalam perang pasifik. Jelas, kedatangan Jepang ke Indonesia sebenarnya bukan untuk membebaskan penderitaan rakyat I ndonesia dari tangan penjajah. Hal ini menjadikan kita seperti peribahasa “lepas dari lubang buaya malah masuk ke mulut harimau”. Kalimat yang digaris bawahi termasuk .... a. Orientasi b. Reorientasi c. Krisis d. Peristiwa e. waktu 2. Zaman pra-aksara adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan. Istilah ini digunakan untuk menggantikan istilah masa pra sejarah. Zaman prasejarah berarti belum adanya sejarah sehingga tidak mungkin ada aktivitas manusia. Penggantian istilah ini menjadi penting mengingat hal-hal yang akan diuraikan selanjutnya. Paragraf di atas termasuk orientasi karena .... a. merupakan awal dari sejarah b. merupakan pengantar atau pengenalan c. terdapat tokoh d. terdapat latar e. mengungkapkan peristiwa penting 3. Saat pemerintah Belanda VOC menjajah bangsa Indonesia mereka merebut hasil pertanian dan perkebunan milik warga Indonesia secara paksa. Selain itu, masyarakat juga dipekerjakan dengan semena-mena tanpa diberi upah. Sistem kerja paksa saat itu dinamakan rodi. Unsur serapan yang diadopsi secara utuh dari bahasa asing adalah .... a. Upah b. Sistem c. rodi d. VOC e. Asing 4. Sekitar tahun 850 Masehi, Prambanan disempurnakan dan diperluas oleh Rakai Pi Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Sebuah prasasti berangka tahun 856 M menyebutkan bahwa bangunan ini dibangun dengan tujuan untuk memuliakan dewa Siwa. Paragraf di atas termasuk ke dalam .... a. Reaksi b. Peristiwa c. Reorientasi d. Orientasi e. Koda 5. Berita kekalahan Jepang dalam perang pasifik telah diketahui oleh Sutan Syahrir sehingga para golongan muda mendesak golongan tua untuk segera melaksanakan kemerdekaan. Hal itu dilakukan agar kita tidak memiliki hutang budi terhadap Jepang. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari Jepang melainkan karena perjuangan rakyat Indonesia. Penggalan teks di atas menggunakan struktur teks cerita sejarah yaitu .... a. Orientasi b. kesimpulan/koda c. reorientasi d. penutup e. pembuka 6. Tahun 1992, bangsa ini tersenyum bangga ketika dua atlet berhasil memenangkan medali emas dalam ajang Olimpiade Barcelona. Orientasi di atas bisa dilanjutkan oleh kalimat-kalimat berikut ini, kecuali .... a. Atlet yang memenangkan medali emas berasal dari kontingen bulu tangkis. b. Susi Susanti dan Alan Budikusuma menjadi pahlawan saat itu. c. Indonesia mengikuti olimpiade sejak olimpiade Helsinki, 1952 di Finlandia. d. Kisah cinta Susi Susanti dan Alan Budikusuma merebak. e. Selain medali emas, Indonesia juga meraih medali 2 perak dan 1 perunggu dari kontingen bulu tangkis saat itu. 7. Ratu Sima merupakan penguasa di kerajaan Kalingga. Ia digambarkan sebagai seorang yang tegas dan taat akan peraturan yang berlaku dalam kerajaan itu. Kerajaan Kalingga ini terletak di Jawa Tengah. Penggalan teks di atas termasuk mengungkapkan unsur .... a. Reorientasi b. Orientasi c. Alur d. Tokoh e. Penutup 8. Berikut yang tidak bisa dijadikan sebagai sumber teks cerita sejarah adalah .... a. Proklamasi Indonesia b. Awal kedatangan pedagang Cina di Indonesia c. Perundingan Asia-Afrika d. Kisah Malin Kundang e. Pertempuran 10 November Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
- Berikut ini pengertian teks cerita sejarah, beserta struktur, ciri-ciri dan fungsinya. Teks cerita sejarah berbeda dengan teks sejarah. Teks sejarah adalah tulisan yang berisi cerita, kejadian atau peristiwa yang benar-benar pernah terjadi atau berlangsung di masa lalu. Sementara itu, teks cerita sejarah adalah kisah imajinasi yang ditulis dengan tokoh atau latar sejarah yang benar-benar terjadi. Jadi perbedaannya adalah, teks sejarah bukanlah cerita imajinasi, namun dapat disampaikan melalui gaya penulisan prosa nonfiksi maupun fiksi. Baca juga Pengertian Teks Eksplanasi, Beserta Ciri-ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya Baca juga Jenis dan Karakteristik Cerita Fiksi, Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya Cerita sejarah adalah cerita yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa bersifat naratif atau deskriptif. Teks cerita sejarah memiliki struktur, ciri-ciri dan fungsi, berikut penjelasannya. Struktur Teks cerita sejarah, seperti novel, cerpen, dan lain-lain termasuk dalam kategori cerita ulang. Sehingga, baik teks cerita sejarah ataupun novel sejarah memiliki struktur teks yang sama, yakni orientasi, pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, evaluasi, dan koda. Berikut adalah struktur teks cerita sejarah menurut Kemdikbuda. Pengenalan situasi cerita orientasi, exposition Pada bagian ini, penulis mulai memperkenalkan latar belakang baik waktu, tempat, maupun lokasi dan awal mula kejadian atau peristiwa. Tokoh dan hubungan antartokoh juga mulai diperkenalkan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhannya. b. Pengungkapan peristiwa
Quipperian, sudah memahami materi teks cerita sejarah dalam pelajaran bahasa Indonesia belum? Kalau belum, kebetulan sekali! Sebab, kali ini Quipper Video Blog akan membahas tentang materi teks cerita sejarah. Apa saja yang akan dibahas? Yuk, langsung simak artikelnya! Pengertian Teks Cerita Sejarah Untuk memahami suatu materi, tentunya kamu harus memahami dahulu pengertian materi tersebut. Nah, pengertian dari teks cerita sejarah adalah teks tentang fakta dan kejadian masa lalu yang memiliki nilai sejarah. Teks tersebut tentunya dikemas dalam bentuk penjelasan dan pendeskripsian secara runtut suatu peristiwa. Biasanya, teks cerita sejarah berisikan pengertian atau definisi, struktur teks cerita sejarah, kaidah pembahasan, dan contoh cerita sejarah untuk memperjelas peristiwa yang terjadi. Keruntutan peristiwa sangat penting dalam membuat sebuah teks cerita sejarah. Bila tidak runtut, bisa terjadi salah pemahaman tentang isi dari teks tersebut. Ciri-ciri Teks Cerita Sejarah Sebagai salah satu bentuk teks dalam Bahasa Indonesia, teks cerita sejarah memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Pertama, teks cerita sejarah disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa. Kedua, bentuk dari teks cerita sejarah merupakan teks cerita ulang. Artinya, teks tersebut menceritakan ulang peristiwa mulai dari awal kejadian hingga akhir kejadian secara runtut. Ketiga, teks cerita sejarah memiliki struktur teks yang terdiri dari orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Keempat, di dalam teks cerita sejarah akan sering ditemui konjungsi temporal. Dan, kelima, teks cerita sejarah biasanya berisikan fakta-fakta yang memang terjadi. Struktur Teks Cerita Sejarah Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, struktur teks cerita sejarah ada tiga poin. Poin pertama ialah orientasi. Pengertian dari orientasi adalah bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah. Bagian ini sangat penting karena orientasi merupakan titik pondasi penceritaan secara runtut. Bila bagian ini tidak jelas maka bagian selanjutnya pun akan sulit dipahami. Poin kedua ialah urutan peristiwa. Sebuah teks cerita sejarah pastinya berisikan rekaman peristiwa yang terjadi dan dikemas melalui urutan peristiwa secara kronologis peristiwa. Tanpa urutan peristiwa yang disusun secara kronologis, sebuah teks cerita sejarah tidak memiliki bentuk yang jelas sehingga tidak memiliki konten kuat untuk disampaikan kepada pembaca. Dan, poin ketiga dalam struktur teks cerita sejarah ialah reorientasi. Pada bagian ini berisikan komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian yang tengah dibahas atau diceritakan. Keberadaan reorientasi ini tidaklah baku, maka dari itu reorientasi bisa ada dan bisa juga tidak. Hal itu tentunya bergantung pada kehendak penulis. Ketiga poin itulah yang menjadi struktur teks cerita sejarah. Keberadaan ketiganyalah yang akhirnya membedakan teks cerita sejarah dengan bentuk teks lainnya. Kaidah Kebahasaan dalam Teks Cerita Sejarah Di dalam penulisan teks cerita sejarah, ada beberapa kaidah kebahasaan yang menjadi ciri utamanya. Ciri kaidah kebahasaan yang pertama ialah penggunaan kata ganti atau pronomina untuk mengganti kata nomina atau frasa nomina serta untuk kata ganti nama seseorang. Ciri kaidah kebahasaan kedua ialah penggunaan kata keterangan atau frasa adverbial. Penggunaannya dimaksudkan untuk memberikan keterangan lebih detil terhadap waktu, peristiwa, kejadian, dan tempat dalam runtut penceritaan sejarah. Lalu, ketiga, penggunaan verba material. Penggunaan verba tersebut berfungsi menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Dengan begitu, pembaca bisa memahami situasi fisik yang terjadi dalam sebuah runtut peristiwa sejarah. Dan, keempat ialah penggunaan konjungsi temporal atau kata sambung waktu. Penggunaan konjungsi itu bertujuan untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan sehingga pembaca mengerti alur peristiwa yang terjadi. Jenis Isi Teks Cerita Sejarah Jenis isi teks cerita sejarah lumrahnya dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu cerita sejarah fiksi dan non fiksi. Cerita sejarah fiksi ialah cerita sejarah yang tidak nyata atau buah imajinasi dari penulisnya. Teks Cerita Sejarah Fiksi Jalan cerita pada teks cerita sejarah fiksi disusun berdasarkan kisah nyata dan disajikan berdasarkan sudut pandang pribadi pengarangnya. Tokoh yang ada dalam teks tersebut biasanya tidak digambarkan secara penuh. Jenis-jenis teks cerita sejarah fiksi di antaranya novel, cerpen, dan legenda. Teks Cerita Sejarah Non Fiksi Berbanding terbalik dengan teks cerita sejarah fiksi, teks cerita sejarah non fiksi merupakan cerita sejarah yang benar-benar terjadi. Untuk itu, dalam pembuatannya harus berdasarkan bukti dan data-data yang objektif. Selain itu, penyusunannya pun harus mengikuti kaidah penulisan sejarah secara baku. Dengan kata lain, tulisannya harus benar-benar menjabarkan fakta-fakta sejarah dari suatu peristiwa. Tidak boleh ada celah interpretasi lepas di dalam penyusunannya. Bila ada, maka runtut penggambaran sejarahnya menjadi abu-abu dan menuai banyak kesangsian atas fakta-fakta sejarah yang dibeberkan di dalamnya. Yuk, Pelajari 5 Contoh Soal Teks Cerita Sejarah dan Pembahasannya! Itulah pembahasan mengenai teks cerita sejarah. Kalau Quipperian ingin lebih mantap lagi menguasai materi tersebut, kamu bisa mempelajarinya di Quipper Video. Materi-materi pembelajaran yang ada di Quipper Video tentunya berkualitas dan akan sangat membantumu. Kalau tidak percaya, bergabung saja yuk, Quipperian! Kalau mau bergabung, kamu bisa langsung klik link ini. Semakin cepat kamu bergabung, semakin cepat pula kamu mendapatkan berbagai materi pembelajaran yang tentunya akan membantumu mendapatkan prestasi belajar terbaik. Semangat ya Quipperian! Penulis Muhammad Khairil Sumber
Kaidah Teks Cerita Sejarah – Pada pelajaran sebelumnya tentunya kalian telah memahami struktur teks cerita sejarah. Teks cerita sejarah biasanya menggunakan penggunaan waktu lampau/masa lalu. Teks cerita sejarah juga dibuat bukan berdasarkan imajinasi pengarang dan tidaklah bersifat fiktif, tetapi bersifat nyata dan benar-benar telah terjadi di masa lalu. Kaidah Teks Cerita Sejarah Tujuan kita mempelajari teks cerita sejarah ini adalah agar kita dapat memahami kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu sehingga kita bisa memetik hikmah dari setiap peristiwa yang ada. Apakah kalian sudah tahu bagaimana kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah? Apa yang membedakan teks cerita sejarah dengan teks yang lainnya? Kaidah teks cerita sejarah mencakup tiga hal, yaitu sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual. Lebih jelasnya, kaidah-kaidah dalam teks cerita sejarah di antaranya sebagai berikut. 1. Bersifat nonfiktif Teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui dokumen sejarah. Dengan demikian, tokoh, alur, dan latar yang diceritakan dalam teks cerita sejarah haruslah nyata dan bukan hasil rekaan penulis. 2. Bersumber dari sejarah Hal yang membedakan teks cerita sejarah dan teks lainnya adalah sumber yang dijadikan dasar penulisan adalah sejarah atau peristiwa yang benar-benar terjadi, peristiwa yang tercatat dan tetap diingat masyarakat karena mengandung nilai yang tinggi. 3. Menggunakan bahasa naratif Teks cerita sejarah merupakan teks naratif. Oleh sebab itu, teks ini menggunakan bahasa naratif yang banyak mengandung urutan waktu untuk menggambarkan peristiwa. a. Adanya konjungsi kata sambung Konjungsi adalah kata yang menghubungkan antara induk kalimat dan anak kalimat atau dapat diartikan juga konjungsi merupakan unsur-unsur kalimat yang berfungsi menyambungkan dua buah frasa atau kalimat dengan tujuan untuk menyatakan urutan peristiwa. Contoh – Setelah mendengar berita kekalahan Jepang pada perang pasifiik, golongan muda mendesak golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Petunjuk konjungsi digunakan untuk menyambungkan dua buah frasa/kalimat. Penjelasan kata yang digaris bawahi merupakan salah satu contoh konjungsi yang menyatakan urutan peristiwa. Contoh konjungsi lainnya adalah lalu, selanjutnya, berikutnya, setelah. b. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat Fungsi keterangan merupakan kata yang mengungkapkan subjek, predikat dan keterangan. Sudah kita kenali bahwa fungsi dalam kalimat terdiri atas subjek S, Predikat P, objek O dan keterangan K. Contoh – Pada tanggal 6 Agustus 1945 telah terjadi pengeboman di kota Hiroshima Jepang. – Ir. Soekarno dan Radjiman Widyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu jenderal Marsekal Terauchi. – Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, Diah, Sudiro dan Sayuti Melik. Petunjuk Keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu keterangan tempat, waktu dan cara. Catatan kata yang bergaris bawah merupakan kata yang menunjukkan keterangan. Perhatikan Contoh Masyarakat zaman pra-aksara terutama periode zaman neolitikum sudah mengenal sistem kepercayaan. Mereka meyakini bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan ada kehidupan di alam lain. Oleh karena itu, roh orang yang sudah meninggal akan senantiasa dihormati oleh sanak kerabatnya. Upacara kematian merupakan manifestasi dari rasa bakti dan hormat seseorang terhadap leluhurnya yang telah meninggal. Sistem kepercayaan masyarakat pra-aksara yang demikian itu telah melahirkan tradisi zaman megalitikum atau zaman batu besar. Sistem kepercayaan dan tradisi batu besar itu telah mendorong berkembangnya kepercayaan animisme memuja roh nenek moyang. Mari Kita Ulas. Teks di atas termasuk ke dalam teks sejarah karena memenuhi kaidah teks sejarah. Kaidah-kaidah teks sejarah yang digunakan dalam teks di atas adalah cerita di masa lampau, menggunakan konjungsi atau kata sambung yang menggambarkan urutan peristiwa, dan adanya keterangan waktu dan tempat. Poin Penting • Kaidah dalam penulisan teks sejarah adalah sifatnya yang nonfiktif, sumbernya dari peristiwa sejarah, dan bahasa menggunakan penunjuk waktu yang sangat jelas dan faktual • Kata keterangan dibagi menjadi 3 bagian yaitu keterangan cara, keterangan waktu dan tempat. Views 543
teks cerita sejarah dapat dibuktikan kebenarannya melalui